Trading Commodities Gold Silver Community Group on Facebook.com


My Simple Money Management for Gold and Silver Trading on Marketiva and InstaForex


Klik disini untuk bergabung di Forum Forex Indonesia yang khusus berdiskusi tentang Trading Gold bersama Ribuan Trader Gold diseluruh Indonesia



Just for Introduction from me...

FOREX FORUM THAT'S PAY YOU FOR POSTING...! = $ 0.20 USD/POST

Hi, I am Ayahama. I am an InstaForex Partner and I am a Pinbar Trader. You can learn about Pinbar on my other site here.

If you are new on Forex, then first of all (before you decide open an forex trading account), please consider to learn more about forex on Forex Forum. And I recomended you to Join this Very Useful Forex Forum. In that forum, you can post a questions about all you want to know about forex trading. I am sure, in a short time - your question will be answer by someone whose was expert on forex trading and give the useful answer for your question.

And the unique of that forum is : For every your post, it is will be pay to you about $ 0.20 USD. For example on January - you had make post for about 20 post. It is mean on the first February your forex account will be creditted about $ 4 USD. How about you can post 100 post every month? - Just use your Calculator to sum your bonus !.

Ok. if you are interested to join this forex forum, just clik here and follow to signup (Good luck).

If you are have any question, please tell me - I am on Facebook - click here.

Regards,

AYAHAMA




Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

www.libertyreserve.com

Sunday, September 4, 2011

Frequently Asked Question : Tanya Jawab Tentang Dinar


Frequently Asked Question : Tanya Jawab Tentang Dinar


Tanya :
Apakah Dinar itu ?
Jawab :
Yang dimaksud Dinar adalah Dinar Islam atau juga disebut Islamic Gold Dinar (IGD). Terbuat dari emas 22 karat seberat 4.25 gram.

Tanya :
Bagaimana mengetahui suatu keaslian Dinar ?
Jawab :
Keaslian Dinar ditentukan oleh kadar emasnya (22 karat) dan beratnya (4.25 gram). Design atau tulisan bisa saja berbeda. Untuk memudahkan masyarakat Indonesia memperoleh Dinar asli, Gerai Dinar hanya merekomendasikan Dinar yang diproduksi oleh Logam Mulia (PT. Aneka tambang, Tbk).

Tanya :
Apakah Dinar ini dipakai sebagai mata uang oleh salah satu negara di dunia saat ini ?
Jawab :
Saat ini tidak ada negara di dunia yang benar benar menggunakan mata uang Dinar Islam, tetapi sepanjang sejarah Islam sejak zaman rasulullah s.a.w. sampai saat keruntuhan Kekhalifahan Usmaniah Turki, Dinar Islam inilah yang digunakan sebagai mata uang.

Tanya :
Saat ini banyak beredar investasi Dinar Irak, apakah ini sama dengan Dinar Islam ?
Jawab :
Dinar Irak sama sekali berbeda dengan Dinar Islam yang kita sediakan. Dinar Iraq adalah uang kertas biasa (uang fiat) yang diberi nama Dinar dan tidak memiliki nilai intrinsik.

Tanya :
Bagaimana menghitung harga Dinar saat ini ?
Jawab :
Karena terbuat dari emas, maka harga Dinar mengikuti harga emas dunia. Karena harga emas dunia dalam US$, Euro dlsb. Sedangkan nilai Rupiah juga bergerak relatif terhadap mata uang negara-negara lain tersebut , maka harga Dinar juga dipengaruhi harga Rupiah.

Tanya :
Kalau harga terus berubah, terus harga yang mana yang kita pakai pada saat jualan Dinar ?
Jawab :
Untuk memudahkan para mitra bertransaksi, Gerai Dinar hanya akan mengupdate harga Dinar dua kali sehari yaitu pagi sebelum jam 7.00 WIB dan siang sebelum jam 1.00 WIB. Apabila sampai jam tersebut harga Dinar tidak di update maka harga yang berlaku adalah harga sebelumnya.

Tanya :
Apakah harga Dinar akan terus naik ?
Jawab :
Harga Dinar berfluktusai mengikuti harga emas dunia. Apabila ditarik dalam jangka panjang, jelas harga emas terus mengalami kenaikan yang significant yaitu dari US$ 35 /troy ounce 40 tahun lalu menjadi US$ 800-an saat ini. Meskipun demikian penting sekali untuk disadari oleh para pengguna Dinar bahwa yang naik/turun secara significant sesungguhnya bukanlah Dinar atau emas itu sendiri melainkan mata uang kertas yang digunakan sebagai pembandingnya. Sebagai contoh tahun 1980 harga emas sudah pernah mencapai US$ 600-an / troy ounce karena saat itu US$ lagi lemah (peristiwa penyanderaan WN Amerika di Teheran). Selama dua puluh tahun kemudian emas berfluktuasi antara US$ 250 – US$ 400 sebelum akhirnya sejak tahun 2000 sampai awal Maret 2008 emas terus naik mencapai diatas US$ 975/ troy ounce.

Tanya :
Apakah saya akan akan mengalami kerugian apabila ternyata harga emas akan turun selama bertahun-tahun seperti yang terjadi antara tahun 1980-2000 ?
Jawab :
Sekali lagi karena yang naik turun adalah alat ukur pembandingnya yang memang tidak bisa diandalkan (uang kertas), maka untung atau rugi terhadap nilai mata uang tertentu baik US$ maupun Rupiah tidak perlu menjadi ukuran satu-satunya atas keberhasilan atau kegagalan investasi Dinar kita. Menggunakan Dinar adalah proses hijrah dari penggunan alat ukur muamalat yang tidak adil (uang kertas) ke alat ukur yang adil (Dinar/Emas). Dinar atau emas terbukti memiliki daya beli yang stabil selama lebih dari 1400 tahun (hadits tentang harga kambing) dan di dunia modern juga terbukti memiliki daya beli terhadap minyak mentah yang stabil sejak perang Dunia II.

Tanya :
Apabila pada saat transaksi Dinar belum ada, apakah boleh memesan dahulu ?
Jawab :
Karena kebutuhan Dinar di masyarakat saat ini lebih tinggi dari tingkat produksi Dinar di logam mulia, maka sering tidak terhindarkan Dinar harus dipesan dahulu ke Antam terutama apabila permintaannya dalam jumlah besar. Apabila ini dilakukan maka harga disepakati di depan - dan transaksi mengikuti aturan jual beli pesanan atau 'istisna' - penyerahan setelah Dinar diperoleh Logam Mulia.

Tanya :
Apakah Gerai Dinar menjamin pembelian kembali Dinar yang sudah dibeli masyarakat ?
Jawab :
Gerai Dinar hanya membantu masyarakat yang saling membutuhkan untuk menjual atau juga membeli Dinar. Sifatnya tentu bukan jaminan tetapi kemudahan dan prioritas yang diberikan oleh Gerai Dinar kepada para nasabahnya untuk menjual kembali Dinarnya di seluruh jaringan keagenan yang ada. Gerai Dinar beroperasi seperti toko emas yang menjual emas perhiasan; meskipun tidak perlu memberikan jaminan pembelian kembali - insyaallah kalau nasabah ingin menjual akan dibeli atau disalurkan ke pembeli lain.
Karena barang yang dibeli emas, selain bisa dijual di Gerai Dinar dan seluruh jaringan keagenannya- Dinar insyaallah selalu bisa diperjual belikan antar sesama pengguna Dinar , dijual ke logam mulia dan bisa juga dijual ke toko emas.

Tanya :
Dimana saya menyimpan Dinar saya setelah saya beli ?
Jawab :
Dinar dapat disimpan di rumah sebagaimana kita menyimpan perhiasan, namun dianjurkan terutama apabila jumlahnya banyak untuk disimpan yang lebih aman di safe deposit box yang disediakan oleh perbankan. Safe deposit box ini cukup murah mulai dari Rp 200-an/tahun. Dan memiliki safe deposit box bukan hanya untuk menyimpan Dinar tetapi juga dapat dipakai untuk menyimpan dokumen-dokumen penting lainnya.
Dalam waktu dekat insyaallah Gerai Dinar juga menyediakan penitipan penyimpanan Dinar berproteksi asuransi syariah dengan biaya sekitar 0.5% per tahun.
Ada juga cara lain untuk menyimpan Dinar dan sekaligus memproduktifkannya melalui cara Dinar di Qirad-kan atau dimudharabahkan. Dengan cara ini maka penitipan Dinar tidak dikenakan biaya tetapi malah memberikan bagi hasil. Bedanya hanya Dinar tidak bisa diambil setiap saat, diperlukan waktu minimal 1 bulan pemberitahuan didepan apabila Dinar yang di Qirad-kan akan diambil/dicairkan. Lebih jauh bisa lihat artikel yang terkait masalah ini.

Tanya :
Berapa banyak saya perlu membeli Dinar ?
Jawab :
Kalau sifatnya hanya untuk simpanan sangat dianjurkan untuk menyimpan Dinar secukupnya saja, yaitu cukup untuk mengantisipasi masa pensiun, antisipasi menghadapi berbagai musibah, antisipasi kebutuhan keluarga seperti sekolah anak dan antsisipasi untuk warisan secukupnya agar tidak meninggalkan keturunan yang lemah. Menyimpan emas (atau harta dalam bentuk apapun termasuk uang kertas) diluar untuk kebutuhan ini dapat tergolong menimbun yang sangat dilarang agama.
Untuk Dinar yang diputar sebagai alat usaha tidak ada batasannya sejauh hak-hak Allah dan manusia lain (zakat dlsb) ditunaikan.

Tanya :
Apakah saya wajib zakat atas Dinar yang saya tabung ?
Jawab :
Ya tentu, sama seperti perhiasan, uang kertas Anda dan harta-harta lainnya, semua terkena wajib zakat apabila telah mencapai nisabnya (20 Dinar) dan melewati satu tahun. Zakatnya adalah 2.5% apabila di hitung dalam tahun Qomariah dan 2.58% apabila dihitung dalam tahun Syamsiah .

Tanya :
Dinar cukup untuk memenuhi kebutuhan investasi saya tetapi bagaimana dengan kebutuhan saya untuk perlindungan terhadap risiko ?
Jawab :
Hanya kepada Allah kita semua berlindung, namun sebagai medan ikhtiar kita harus juga mengantisipasi risiko-risiko seperti kecelakaan, kematian dlsb. Untuk ini kita tetap bisa membeli produk-produk asuransi syariah, khususnya untuk proteksi risiko. Asuransi yang hanya untuk proteksi risiko ini ada di pasaran antara lain dengan nama Personal Accident dan Term Life ; preminya jauh lebih murah dibandingkan dengan asuransi jiwa yang mengandung unsur saving atau investasi.

Tanya :
Dimana saya bisa peroleh Dinar ?
Jawab :
Dinar bisa diperoleh melalui jaringan mitra Gerai Dinar atau perwakilan-perwakilannya yang insyallah terus bertambah dari waktu ke waktu. saat ini Dinar juga sudah dapat diperoleh di kota-kota besar Indonesia.

Tanya :
Bagaimana caranya menjadi Mitra Gerai Dinar ?
Jawab :
Mitra Gerai Dinar ada dua kategori yaitu mitra permodalan (shahibul mal) dan mitra penjualan (wakil). Mitra permodalan adalah perorangan atau badan hukum yang menyediakan modal (minimal 100 Dinar) untuk pembukaan Gerai Dinar di pasar tertentu. Mitra penjualan/perwakilan adalah perorangan atau badan hukum yang menggarap pasar tertentu.

Tanya :
Berapa bagi hasil untuk shahibul mal dan berapa untuk wakil penjualan ?
Jawab :
Shahibul mal dan wakil penjualan berbagi hasil sama besar yaitu masing-masing 1% dari jumlah Dinar yang diperdagangkan. Apabila shahibul mal berjualan sendiri tanpa melalui wakil maka otomatis hak keduanya (2%) menjadi hak shahibul mal.

Tanya :
Bagaimana perhitungan harga jual dan harga beli Dinar ?
Jawab :
Harga jual Dinar mengikuti harga emas internasional, ditambah biaya cetak, pajak, biaya operasi dan margin untuk para mitra. Dari keseluruhan biaya ini, dijaga agar harga Dinar tidak lebih tinggi dari 5% diatas biaya perolehannya (harga emas dan ongkos cetak & transportasi/security). Dari5% tersebut 2% dicadangkan untuk pajak netto, 1% untuk shahibul mal, 1% untuk penjual dan 1% untuk support dari Gerai Dinar (administrasi, pengelolaan dan l;ayanan).

Tanya :
Lalu kalau saya menjual kembali Dinar saya, dengan harga berapa Gerai Dinar mau membeli ?
Jawab:
harga beli kembali kami apabila nasabah mau menjual Dinarnya ke kami adalah 4% dibawah harga kami menjual. dari 4 % ini, 2 % adalah unsur alokasi pajak, san 2 % adalah margin penjualan Gerai Dinar.

Tanya :
Apakah untuk dapat membeli Dinar dari Gerai Dinar harus menjadi anggota DinarClub ?
Jawab:
Tidak, tidak harus. Semua orang boleh membeli Dinar di Gerai Dinar. Hanya saja mendaftar sebagai anggota Dinarclub tidak ada ruginya karena club ini tidak memungut biaya apapun. Dengan menjadi anggota DinarClub informasi harga Dinar dapat diperoleh melalui sms services setiap saat diperlukan. Tolong menolong sesama anggota Club juga dimungkinkan untuk saling berjual beli Dinarnya maupun produk-produk lain yang nantinya bisa ditawarkan oleh sesama anggota.

Tanya :
Bagaimana cara mendaftar untuk menjadi anggota DinarClub ?
Jawab:
Pendaftaran anggota DinarClub cukup melalui sms ke nomor-nomor berikut: 0856 93 010101, 0813 88 010101 atau 0815 84 010101 dengan pesan : reg#nama#alamat#kota#profesi#nomor referensi. Nomor referensi adalah nomor Id yang memberikan referensi (pada umumnya sama dengan nomor hp dari member yang memberikan referensi. Apabila referensi Anda adalah situs ini maka nomor referensi bisa diisi 01). Setelah terdaftar anggota biasa data mengakses informasi Dinar dengan pesan CEK DINAR.

Tanya :
Kalau saya tidak berhasil menghubungi nomor-nomor Gerai dinar tersebut bagaimana ?
Jawab:
Kecil kemungkinan tiga nomor dari tiga server teresebut down pada waktu yang bersamaan, meskipun demikian apabila ini terjadi - informasi harga Dinar Insyaallah tetap bisa di cek secara manual ke nomor 021 93 300 300 atau melalui informasi harga Dinar/Dirham di situs ini.

70 Comments:

m_sudarmono said...
assalamu'alaikum. kalau untuk dinar terus terang memang modal saya tidak cukup Pak. kalau memang ada yg berminat di solo bagaimana saya bisa mendapat contact personnya Pak? mohon doa dari seluruh masyarakat agar Allah turunkan hujan yang bermanfaat bagi hewan, tumbuhan, dan manusia di wilayah solo raya ini. jazaakumullah. darmo
M. Iqbal said...
Insyaallah ada yang berminat Pak, silahkan hubungi saya via sms ke nomor-nomor kami yang tercantum di blog ini, nanti kita sambungkan.
Amin, insyaallah kita berdoa bersama...untuk yang di Jakarta juga ...setiap hujan lebat kita selalu ketar-ketir mikirin banjirnya.
Wassalam,
Iqbal

Budi Prasetya said...
Saya tinggal di batam, dan tertarik ingin beli dinar/dirham. Apa ada cabang/perwakilan di batam? atau bisa dikirimkan via pos atau jasa pengantaran barang yang lain? Jazaakumullah.
M. Iqbal said...
Di Batam kita belum ada perwakilan atau agen Pak, sama dengan peminat dari berbagai kota yang menghubungi kami - ini bisa jadi peluang bagi Bapak dan temen-temen yang sudah tertarik menggunakan Dinar di Batam.
Prinsipnya sederhana, tinggal dicari shahibul mal yang bisa mulai mendatangkan Dinar dengan jumlah yang cukup ekonomis - misalnya 100 - 200 Dinar ke batam. Dari sini nanti shahibul mal bisa bekerja sama dengan mudharib yang akan memasarkan Dinar di batam - yang bisa siapa saja asal jujur, adil dan hati-hati.
Bagi hasil antara shahibul mal dan mudharib ini masing-masing 1 (satu) % dari harga Dinar. kalau yang memasarkan juda pemodal tersebut sendiri - maka yang 2(dua)% untuk dia. Katakanlah perlu ongkos kurir yang membawanya 1%, maka harga Dinar di batam setinggi-tingginya hanya 3.0% diatas harga Dinar Internasional.
Kalau volumenya mencapai angka ekonomis tersebut, maka kalau harus dibawa oleh kurir-pun tidak menjadi masalah.

Arief Syamsul said...
Bagaimana perlakuan kepemilikan dinar dengan zakatnya
M. Iqbal said...
Zakatnya adalah 2.5% setelah mencapai nishab 20 Dinar dan telah melewati 1 tahun Qomariah.
Kekayaan kita yang lain seperti tabungan Rupiah, penghasilan atau lainnya menurut Dr. Yusuf Qaradhawi dalam fiqih zakat juga terkena zakat...
Jadi prinsipnya penghasilan atau kekayaan kita dalam bentuk apapun kalau sudah melewati nishabnya dan melewati 1 tahun Qomariah - wajib bayar zakat.
Wassalam,

fay said...
Assalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh..
Misal kalau menjadi agen distribusi di kota lain, kita harus mendatangkan stok katakanlah 200 dinar hari ini. Dan haruskah kita bayar hari itu juga dengan rate hari itu?
Akan tetapi bagaimana jika setiap hari harga berubah dan katakanlah besok atau lusa harga jual turun.
Bagaimana solusinya Pak menyesuaikan harga di tingkat distributor?
Afwan jika pertanyaan kurang berkenan.
Jazakallahu khairan katsiira..
Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
M. Iqbal said...
Waalaikum salam Bu Fay...
Intinya jangan bermain spekulasi dengan harga Dinar ini, selain terlarang dalam Islam juga bisa sangat merugikan pelaku sendiri.
Jadi untuk menghidari spekulasi harga, maka kita jaga transaksinya sebagai berikut :
Misalkan ibu membeli stok pertama pada hari ini sebesar 200 Dinar (angka ini hanya perkiraan ekonomis pengirimannya bila di luar Jakarta) maka harga Ibu bayar full Rp 1,119,040 x 200 keping = Rp 223,808,000. Kemudian Ibu jadikan stok ini sebagi modal untuk melayani masyarakat di kota Ibu.
Karena harga terus berubah, tentu harga bisa naik dan bisa turun – tetapi Ibu jangan mengambil keuntungan dari kenaikan harga dan jangan pula menanggung kerugian karena penurunan harga. Keuntungan ibu adalah dari selisih jual dan beli pada saat ibu melakukan transaksi – bukan dari stok awal.
Jadi apabila misalnya sehari setelah ibu mendatangkan stok 200 Dinar harga naik menjadi misalnya Rp 1.125,000/ Dinar – maka bukan berarti ibu untung (Rp 1,125,000-Rp 1,119,040) + 2 % margin dari kami. Kalau harga jual saat itu Rp 1,125,000 – saat itu pula ibu membeli kembali sejumlah stok yang telah terjual kepada kami dengan harga yang sama yaitu Rp 1,125,000 minus 2% margin agen. 2 % margin inilah keuntungan ibu, sementara stok ibu tetap berjumlah 200 Dinar (yang ibu pegang tentu sudah berkurang sejumlah yang laku terjual, tetapi ibu punya stok dengan jumlah yang sama di kami ).
Demikian pula sebaliknya apabila ternyata harga turun misalnya menjadi Rp 1,100,000. Ini tidak berarti ibu menjual rugi (Rp 1,100,000-Rp 1,119,040)/ Dinar. Apabila Ibu menjual Rp 1,100,000 tentu ibu sudah melakukan cek harga ke kami baik lewat sms atau via situs ini – sehingga Ibu bisa membeli kembali stok dengan harga yang sama Rp 1,100,000 misnus 2 % margin agen. Lagi-lagi 2% dari harga jual inilah margin keuntungan ibu dan stok tetap 200 Dinar.
Meskipun transaksi hariannya kecil misalnya satu - dua Dinar , disarankan ibu tetap selalu membeli kembali dari kami sebesar stok yang terjual hari itu - pada harga hari itu. Masalah pengiriman, untuk ekonomisnya bisa saja dikumpulkan sampai mencapai 100 Dinar misalnya.
Kamipun melakukan yang sama. seluruh penjualan dari agen. kami kumpulkan untuk kami pesankan ke produsen kami pada harga hari itu.
Dengan cara ini kita semua bisa menghindarkan spekulasi harga.
Mudah-mudahan jelas.
Wassalam,
Iqbal

fay said...
Subhanallah...
Betul Pak..saya belum sampai berpikir seperti itu, karena juga takut kalau2 spekulasi yang jelas terlarang dalam Islam..
InsyaAllah niatnya untuk mensosialisasikan dan membantu saudara2 yang ingin berhijrah ke Dinar khususnya di daerah.
Maaf Pak, panggil saja Mas Fay :)
tidak apa2..
Jazakallah..
Wassalam..
M. Iqbal said...
Oh...maaf sekali Mas Fay...
Semoga niat baiknya selalu dimudahkan Allah SWT...
Amin,

dinur said...
assalamu'alaikum pak Iqbal,
Saya mau tanya, apakah di wakala Gerai Dinar ini bisa menukarkan dirham ke dinar ?

Karena di setiap wakala yg saya tahu kita harus menjual dirham dulu ke rupiah dan membeli dinar sesuai dgn harga yang berlaku saat itu. Dgn cara transaksi diatas maka si pemilik dirham yg akan membeli dinar dirugikan karena ada perbedaan harga jual dan beli pada saat itu juga.
Mohon penjelasannya lebih lanjut.
Wassalam
M. Iqbal said...
Waalaikum Salam Mas Dinur (maaf kalau saya salah menyapa ya...),
Begini Gerai Dinar ini kita dirikan untuk menopang misis da'wah kita yaitu untuk memperkenalkan kembali Dinar dan Dirham sebagai timbangan(mata uang) yang adil di zaman ini.
Karena misi yang demikian..., ya dengan senang hati kita bersedia menrima Dirham yang ditukar ke Dinar atau sebaliknya....tanpa harus ditukar dahulu melalui Rupiah, Dollar atau mata uang kertas lainnya. Lha wong kita pingin mengajak hijrah ke Dinar atau Dirham kok....Jadi setelah hijarh ke Dinar dan Dirham mengapa harus balik ke uang kertas kembali ketika kita ingin mempertukarkan keduanya ?.
Demikian pendapat saya dan sikap yang kita ambil di DinarClub maupun Gerai Dinar...

Coffee Lover said...
Selamat siang pak,
kalau saya melihat kesetaraan nilai emas terhadap perak juga mengalami fluktuasi. Apakah demikian juga nilai dinar terhadap dirham? Lalu mengingat banyak masyarakat kita yang memiliki daya beli kecil, kesanggupan menukar ke dirham mungkin akan lebih terjangkau, namun apakah manfaatnya akan sama/sebanding dengan bila menukar dg dinar?
Terima kasih.
M. Iqbal said...
Betul sekali Pak,
Pergerakan exchange rate antara Dinar - Dirham mengikuti pergerakan Emas dan Perak. Secara pribadi saya percaya bahwa Dirham atau Perak akan tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan Dinar atau Emas.
Namun masalahnya menyimpan keping Dirham ( setara 2.975 gram perak murni), tidak ekonomis karena cost pembuatannya jauh lebih tinggi dari nilai bahannya.
Solusinya yang kami tempoh, kami mencetakkan Dirham dari Logam Mulia dalam stuan 5 Dirham per keping - yang disebut khamsah - sehingga cost lebih murah.
Berapa harga Khamsah sekarang ? lihat harga Dirham di blog ini kemudian kalikan dengan lima. itulah harga satu Khamshah sekarang.
Mudah-mudahan bermanfaat.

Coffee Lover said...
Selamat malam Pak Iqbal,
Menarik sekali penjelasan Bapak.
Tetapi kalau harga 1 khamsah itu adalah 5x harga dirham berarti faktor biaya produksi akan terkalikan 5 juga, dengan demikian penekanan ongkos produksi tidak berdampak apapun bagi penukar.
Mohon koreksi bila salah.
terima kasih
M. Iqbal said...
Terima kasih Pak...,
Biaya cetak Khamsah tidak 5 kali biaya cetak Dirham Pak. Khusus untuk keping 1 Dirham, kita hanya melayani apabila pembeli mau berkontribusi membayar biaya cetak tambahan Rp 10,000/kepingnya.
Tetapi kalau dalam bentuk Khamsah, Demikianpula Dinar - tambahan biaya cetak tersebut tidak dikenakan.
Salam,

Dinur said...
Menyambung dinar ke dirham lagi pak Iqbal, apa yang menjadi patokan untuk menukarkan dirham ke dinar. apakah ada perbandingan baku antara dinar dan dirham atau sesuai dengan harga yg berlaku saat itu.
M. Iqbal said...
Setahu saya perbandingan baku itu nggak pernah ada karena masing-masing mempunyai harga pasarnya sendiri.
Di awal perkembangan Islam perbandingan ini pernah 10 Dirham untuk 1 Dinar, namun pernah juga mencapai 12 Dirham untuk satu Dinar dan bahkan lebih.
Untuk saat ini saya ngikuti saja harga pasar untuk masing-masing. Kalau saat ini Dinar seharga Rp 1,151,060 dan harga Dirham Rp 33,300.
Maka 1 Dinar akan setara Rp 1,151,060 : Rp 33,300 atau 34.57 Dirham.
Tapi nanti dahulu, lha terus Gerai Dinar yang bekerja mencarikan pasangan jual beli ini mendapatkan apa ?...nah disinilah kita kenakan biaya untuk ngongkosi operasinya Gerai Dinar; biaya tersebut adalah 2.5% dari nilai yang ditransaksikan - tidak masalah dihitung terhadap nilai Dinar atau nilai Dirhamnya akan sama.
Salam,

Anonymous said...
Assalamu'alaikum wr wb
Perkenalkan, saya baru mulai mengerti sedikit demi sedikit tentang dinar&dirham. Pertanyaan saya, seandainya saya memiliki coin dinar/dirham buatan negara UEA (seperti yg diperjualbelikan dalam website www.e-dinar.com yg sama persis beratnya dengan keluaran PT. Logam Mulia)- apakah wakala Gerai Dinar ini juga menerima dinar saya tersebut ? (katakanlah kasusnya saya perlu rupiah, sedangkan uang saya hanya berupa dinar/dirham produksi UEA). Jazaakallahu khoir
M. Iqbal said...
Waalaikum salam Pak,
GeraiDinar sifatnya membantu mencarikan pembeli Pak, karena pembeli sesungguhnya adalah masyarakat yang sudah menggunakan Dinar.
Yang penting harus ada lembaga resmi yang mensertifikasi berat dan kadarnya yang diakui secara global. Seperti Dinar Logam Mulia, selain disertifikasi oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional) juga disertifikasi oleh LBMA (London Bullion Market Association).
Jadi asal berat dan kadarnya terjamin, insyaallah akan mudah diterima Dinar dari manapun - karena Dinar memang seharusnya mata uang Global.
Salam dari tanah air.

Dinur said...
Assalamu'alaikum wr. wb
Pak Iqbal saya ada masukan untuk blog bapak, kalau bisa untuk update harga dinar dan dirham ditampilkan juga "harga beli" nya agar tambah komplit informasi di blognya.
Wassalam
M. Iqbal said...
Wa'alaikum salam mas Dinur,
Good idea mas..., karena sms gateway yang melayani informasi harga Dinar dan Dirham sudah sudah selalu memberikan info mengenai harga beli ini. Jadi datanya sudah selalu ada di system kami, tinggal memunculkannya saja.
Insyaallah tampilan harga besuk sudah akan memunculkan harga beli ini.
Wassalam,

ayu said...
Assalamu'alaikam wr.wb
Pak Iqbal YTH
Apakah Gerai Dinar dan perwakilannya menjamin pembelian kembali dinar yang saya miliki apabila sewaktu-waktu saya memerlukan dana dalam bentuk rupiah. Mohon maklum pak, mengingat saya berdomisili di Papua yang peminat dinar masih terbatas. Sekalian saya mohon info alamat" gerai dinar atau perwakilannya selain yang di depok. Terima kasih
M. Iqbal said...
Wa'alaikum Salam Mbak Ayu,
Bayangkan GeraiDinar itu sama seperti toko emas Mbak, segede apapun toko emas - tidak perlu memberikan jaminan untuk membeli kembali emas yang dijualnya - karena emasnya sendiri yang bernilai, bukan jaminan tokonya.
Jadi berbeda dengan produk investasi perbankan, dana reksa, asuransi dlsb; karena produk mereka berupa berupa janji - kalau kita ambil uang kita harus ada di mereka - maka "jaminan" dibutuhkan untuk pembeli produk mereka.
Lain halnya dengan Dinar; Ini logam mulia yang diproduksi oleh BUMN PT. Antam Tbk dan bersertifikat nasional (KAN) maupun internasional (LBMA) - jadi bendanya sendiri yang bernilai - bukan janji untuk membelinya.
Meskipun tanpa memberikan jaminan pembelian kembali, Gerai Dinar yang memang dari awal misi utamanya bukan untuk jual beli Dinar tetapi mendakwahkan pentingnya umat kembali ke Dinar - dan membantu pengadaannya bagi yang telah mulai membutuhkannya - maka tentu bagi masyarakat yang akan menjual kembali Dinarnya - kita akan selalu membantu mencarikan pembeli.
Demikian juga masyarakat yang mencarinya, kita insyaallah akan bantu untuk memperolehnya....
Untuk siapa/dimana kontak kita terdekat, silahkan kirim email ke saya - nanti saya response terpisah.
Wassalam

Maubelionline said...
Ass.Wr.Wb,
saya baru menemukan situs ini, sebelumnya sudah browsing cari-cari situs wakala dinar, sepertinya di gerai dinar cukup profesional :-)
Kalau saya mau beli dinar melalui geraidinar kemana ya pak? posisi saya di jakarta.
Terima kasih, Wassalam.
M. Iqbal said...
Wa'alaikum salam Pak;
Alhamdulillah kalau Bapak bisa menemukan alamat ini di belantara internet.
Alamat kami di Jl. Kelapa Dua Raya 189 Depok 16951. Phone 021.93 300 300. Kalau di Depok kejauhan, Bapak Bisa kontak agen kami di Jakarta Pusat dan jakarta Timur yang nomor-nomornya bisa saya berikan via sms.
Wassalam,

Hari said...
Assallamu'alaykum wr.wb.
Saya tinggal di wilayah pasarminggu/tjbarat dekat Antam Pusat. Kira-kira gimana caranya saya bisa menjadi perantara penjual (istilahnya apa pak, wakala? Shahibul Maal?)
Apa syarat dan berapa modal yang harus disediakan dan untuk tempat apa saja yang bisa disiapkan? Dirumah bisa?
Terus terang saya ingin mensyi'arkan Dinar/Dirham sekaligus juga tentunya boleh bukan mendapatkan penghasilan tambahan darinya?
Saat ini saya bekerja di sebuah BUMN dan punya TK Islam kecil-kecilan.
Demikian, mohon info wasallam wasyukron.
M. Iqbal said...
Wa'alaikum salam Pak,
Untuk Sahibul Mal yang menyediakan stok kita syaratkan minimal 100 Dinar agar dia bisa melayani kebutuhan pengguna Dinar lebih efektif. Inilah modal yang dibutuhkan itu, yaitu untuk pengadaan stok awal.
Untuk tempat dlsb, tidak terlalu masalah asala bisa dengan mudah dicari (alamat jelas) dan nomor yang mudah dihubungi.
Karena ini bisnis kepercayaan, kita juga butuhkan surat rekomendasi dari orang yang kita percayai keadilannya.
Lebih detil silahkan hubungi kami via alamat email yang ada.
Wassalam,
iqbal

Abu Zahra said...
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuhu,
Saya mau bertanya tentang penyertaan modal di Gerai Dinar, yakni apakah Gerai Dinar yang dikelola oleh Pak Iqbal ini menerima penyertaan modal (Shohibul Maal) dari perorangan untuk diinvestasikan/dikelola ? Misalnya saya punya modal (anggaplah setara dengan 50 dinar), dan modal itu saya ingin investasikan dalam bentuk perdagangan/bisnis. Akan tetapi berhubung saya tidak memiliki keahlian dan tidak juga mempunyai waktu lebih untuk berbisnis (karena saya seorang pegawai swasta), apakah Gerai Dinar dapat menerima penyertaan modal dari saya ?. Jika bisa apa saja syarat-syaratnya dan bagaimana prosedurnya ?. Jazaakallahu khoir Pak Iqbal.
M. Iqbal said...
Wa'alaikum Salam Pak Abu Zahra;
Waduh saya merasa mendapat kehormatan, apabila Bapak mau jadi Shahibul Mal saya mempercayakan dananya yang sangat berharga untuk saya kelola.
Kita bisa lakukan dengan cara Islam saja Pak, sederhana, aman dan adil bagi kedua belah pihak.
Caranya begini: dana yang bapak punya dimanakan dahulu dalam bentuk Dinar - dibelikan dinar yang berlaku pada hari transaksi. Misalnya Uang Rp 50 uta kalau dibelikan Dinar hari ni akan mendapatkan 42 Dinar.
Kalau Bapak di Jakarta, Bapak pegang sendiri modal yang 42 Dinar ini.
Kemudian pada saat saya membutuhkan tambahan modal - dan ini sering terjadi- untuk pengadaan Dinar, maka Dinar yang ada di bapak daat di-Qiradkan(Mudharabahkan) ke saya untuk saya perjual belikan ke klien yang membutuhkan.
Segera setelah Dinar laku, hasil penjualannya saya beikan Dinar kembali ke logam mulia bersama pesanan-pesanan yang lain. Dari sini misalnya saya peroleh 43 Dinar bersih setelah biaya, pahak dlsb.
Maka yang 42 saya kembalikan sebagai modal bapak, yang 1 Dinar kita bagi dua.
Dari kasus per kasus ini kalau Bapak merasa nyaman bermuamalah dengan saya, maka dapat kita lanjutkan ke pengaturan yang lebih permanen.
Mudah-mudahan jelas ya Pak.
Wassalam,
Iqbal

redhan said...
menanggapi pembicaraan antara bp abu zahra dgn bp qbal saya juga merasa tertarik dan ingin ikut menjadi salah satu shahibul maal yang bisa bekerjasama dgn bp qbal walaupun dana yang mungkin saya sediakan tidak sebesar bp abu zahra,karena saya hanyalah pegawai biasa yang masih belum berkeluarga dan berkeinginan untuk melakukan bisnis tetapi tidak punya keahlian,dengan adanya ini mungkin saya bisa menjalankan bisnis yang menrut saya insyaALLAH untuk dunia dan akhirat.
M. Iqbal said...
Alhamdulillah Pak...
Dengan adanya bapak-bapak menjadi Shohibul mal saya, insyaallah dinar akan lebih cepat menyebar. caranya seperti yang saya jelaskan sebelumnya ke Pak abu Zahra.
Untuk implementasinya silahkan komunikasi via email dengan saya di iqbal@geraidinar.com. Insyaallah kita pandu dari sana.
Wassalamualaikum,
Iqbal

Anonymous said...
pak kalo bisa quote price dinar yg ditampilkan jgn hanya dalam chart, tetapi dalam numerik dalam periode yg panjang (40 tahun), jadi bisa dihitung dan dianalisa dg lebih mendalam.
Terimakasih.
M. Iqbal said...
Untuk data maaf sementara ini kita tidak bisa tampilkan dalam angka, kecuali harga harian.
Pertimbangannya banyak antara lain kalau disajikan dalam angka tidak akan menarik bagi kebanyakan pembaca, tidak mudah dipahami, dan tidak bagus juga di penampilan.
Bagi rekan-rekan akademisi, mahasiswa dan peneliti untuk tujuan non komersial bisa kita share data kita dengan permintaan khusus.
Meskipun kita sajikan dalam grafik, semoga tidak mengurangi informasi yang ingin kita sampaikan ke masyarakat - malah kita harapkan memudahkan memahaminya.
Salam,

Blogger Wans said...
Assalamu'alaikum pak Iqbal,
Saya mau menanyakan bagaimana teknis menghitung harga Dinar. Katakanlah dalam satu hari harga emas bergerak naik turun. Nilai dinar yg ditetapkan pada jam 07 dan 13 siang cara menghitungnya seperti apa? Apakah ada formula khusus? Saya sangat mendukung gerakan Dinar dan Dirham.
Jazzakulloh.
Wassalamu'alaikum wr wb
M. Iqbal said...
Waalaikum salam Pak,
Artikel saya minggu lalu Jum'at 25 januari 2008 menjelaskan hal ini Pak.
Angka rujukannya adalah harga emas internasional yang sedang berlaku pada saat kita update harga.
Wassalam,
Iqbal

Jedee said...
Selamat pagi Pak Iqbal,
Apakah Bapak punya informasi tempat penukaran dinar/dirham di daerah Serpong? Mohon infonya - terima kasih.
M. Iqbal said...
Di Serpong ada salah satu Agen kita Pak Gatot; silahkan kirim email langsung ke beliau di gatotprog@gmail.com. Nomor yang bisa dihubungi dlsb bisa nanya langsung ke beliau, atau via email ke saya.
Salam,

Anonymous said...
Assalamu'alaikum, Pak Iqbal
Kalau mau cari dinar-dirham di Jogja kontak siapa njih Pak ?
Kalau memang belum ada yang di Jogja, boleh saya tahu caranya kalau saya ingin ikut menyebarluaskan dinar-dirham ini ?
Terimakasih sebelumnya, jazaakumullah.
Saleh EM
saleh@jogja.go.id

Anonymous said...
Assallamu'alaykum pak Iqbal.
Tanya, bagaimana kalau misalnya saya beli dinar katakan 30 Dinar.
Kemudian sebulan atau dua bulan kemudian tiba-tiba saya harus membayar sesuatu. Apakah bila saya tukar kembali ke rupiah maka "Gerai Dinar" bisa membeli kembali dengan segera.
Demikian, wasallam.
Hari.
M. Iqbal said...
Prinsipnya pembeli Dinar di Gerai Dinar ketika menjual kembali Dinarnya di Gerai Dinar, mendapatkan prioritas dijual Dinarnya terlebih dahulu - apalagi sekarang stok statusnya Inden sekitar dua mingguan.
Jadi sekarang pembeli yang menunggu untuk memperoleh Dinarnya jauh lebih banyak dari yang mau menualnya.
Insyaallah saat ada yang mau menjual - pembeli yang siap menampung ada cukup banyak, selain Gerai Dinar sendiri juga para calon pembeli yang memang sudah menunggu kalau ada yang mau jual.
Sama dengan toko emas biasa prinsipnya. Penjualan emas adalah bendanya itu sendiri yang berharga, jadi tanpa kita menjamin pembelian kembalipun banyak yang bisa membeli Dinar Anda kapan saja tunai Anda dibutuhkan.
Salam

Anonymous said...
Terima kasih banyak atas jawabannya Pak Iqbal. Satu pertanyaan lagi, adakah pemilik dinar yang pernah menjual dinarnya ke toko emas biasa dan dibeli?
Demikian. Oh ya saya tertarik dengan pertanyaan salah satu penanya yang ingin menjadi salah satu pemodal. Detailnya bagaimana ya?
Terima kasih banyak wa sallam.
M. Iqbal said...

Wa'alaikum salam pak;

Setahu saya selama ini belum ada yang menual Dinarnya ke toko emas; Mengapa ? pertama karena toko emas mungkin juga belum pada familiar dengan Dinar ini sehingga mereka belum tahu kalau beli terus dijual lagi kemana Dinarnya.

Kedua kalau kemudian dilebur terus dijadikan perhiasan misalnya....kan sayang diongkosnya.

Ketiga siapapun pembeli Dinar sekarang, tentu akan lebih mudah menual ke tempat awalnya dia beli atau ke sesama pengguna Dinar - harganya juga jauh lebih baik ketimbang dijual ke too emas terus dilebur untuk perhiasan misalnya.

Seperti yang sudah saya sampaikan saat ini pesanan Dinar dalam jumlah tertentu harus Inden, jadi kalau ada yang mau ual insyallah selalu ada yang beli.

Untuk menjadi shahibul mal, sudah ada beberapa yang jalan dan ada yang dalam proses. Prosesnya sederhana berapapun modal yang akan di Qirad/Mudharabah kan dijadikan Dinar dahulu.

Kemudian kita sepakati akadnya - ada contoh standar kita sebagai dasar awal.

Setelah disepakati akadnya. Dinar yang akan dipakai untuk modal Qirad tersebut dapat diserah terima kan ke kami untuk kami perdagangkan.

Pertumbuhan modal dan bagi hasil bisa diikuti via sms system kita, melalui kode khusus yang berbeda pada setiap shahibul mal.

Apabila tertarik, dapat komunikasi via e-mail di email address yang ada di web ini (salah satu saja).

Wassalam,

m_sudarmono said...
assalamu'alaikum
Pak, pecahan cetakan dirham paling besar dalam khamsah atau ada yg lbh tinggi Pak? terimakasih
M. Iqbal said...
Wa'alaykum salam Pak Dar,
Yang terbesar untuk sementara ini baru Khamsah Pak, karena untuk cetak yang lain investasinya akan besar.
Wassalam,
iqbal

indradhi said...
Assalamu'alaikum, Pak Iqbal
Saya sudah dua bulan membaca situs ini sambil mencari informasi tambahan lainnya. Beberapa senior saya di IBS memberikan informasi tambahan tentang bapak. he he he. Saya sangat setuju bahwa menabung adalah lebih baik dalam dinar. Saat ini saya memiliki keinginan yang kuat untuk menabung paling tidak satu dinar perbulan. Insya allah.
Beberapa hari lalu survey ke pulogadung. Saya mampir di Antam, Alhamdulillah dapet kopi gratis. Saya kaget mengetahui, kalau beli emas batangan tidak dikenai ppn 10%. Kenapa saat membeli Dinar dikenakan ppn 10% ?
Atas dasar apa pemerintah mengenakan ppn 10% terhadap dinar tetapi ke emas batangan tidak ?
Pegawai swasta seperti saya kan tidak bisa ofset bukan wapu.
M. Iqbal said...
Pak Indradhi;
Di system hukum perpajakan Indonesia memang emas dikategorikan menjadi dua yaitu emas batangan dan emas perhiasan.
Dinar sayangnya dimasukkan dalam kategori perhiasan; otomatis terkena PPN 10%. Terus terang saya tidak tahu kenapa pemerintah memasukkan koin Dinar dalam kelompok perhiasan sehingga terkena PPN ini. Di Uni Eropa saja sejak tahun 1998, coin emas tidak terkena VAT.
Dampak dari PPN ini memang akan terasa kalau kita membeli emas perhiasan atau Dinar dan kita pegang terus - emas atau Dinar kita akan 10% lebih mahal dari seharusnya karena faktor pajak ini. Namun kalau Dinar terus kita putar dalam perdagangan - maka pajak keluaran dan pajak pemasukan bisa saling diperhitungkan.
Dengan demikian dampak pajak tidak terlalu menyakitkan kalau Dinar kita produktif.
Tanpa diproduktifkanpun dengan rata-rata statistik appresiasi Dinar terhadap Rupiah selama 40 tahun yang menunjukkan angka 30%/tahun sudah jauh lebih dari cukup kalau hanya untuk sekedar mengatasi masalah ppn yang 10 % tadi.
Mudah-mudahan bermanfaat.

Sutan Palimo said...
Assalamualaikum Pak Iqbal,
Saya baru tahu ini dari teman di kantor.
saya ingin tahu pendapat bapak tentang uang rupiah emas (sering disebut sebagai RUPIAH), yang begitu familiar di Sumatra Barat (Ranah Minang). Saat ini harganya berkisar Rp4 juta per SATU RUPIAH. Pecahan di bawahnya adalah UANG SUKU, yang berarti setengah dari SATU UANG RUPIAH.
RUPIAH ini sering digunakan untuk pagang-gadai, baik sawah maupun tanah. Jadi, kalau sepuluh tahun lalu ada sawah yang terGADAI senilai 10 RUPIAH, saat ini kalau ditebus harganya tetap 10 RUPIAH.
Uang RUPIAH emas ini dapat dijual diperjualbelikan di tokok emas. Sangat bagus juga untuk investasi/simpanan.
Terima kasih
Sutan Palimo
M. Iqbal said...
Wa'alaykum Salam pak Sutan;
Menurut saya apa yang dilakukan oleh masyarakat ranah minang dengan UANG RUPIAH EMAS-nya ini sangat baik, karena nereka sudah menggunakan unit of account atau timbangan yang adil berupa emas, sekaligus juga telah menggunakan store of value yang tidak menurun nilainya bersamaan dengan perjalanan waktu.
Sedikit saja yang perlu diperbaiki mungkin adalah standard berat dan karatnya; badan usaha milik pemerintah seperti Logam Mulia/Antam atau bahkan Peruri mestinya bisa membantu praktek di masyarakat yang sudah baik ini.
Saya yakin masyarakat minang yang sudah menggunakan UANG RUPIAH EMAS tidak terpengaruh oleh krismon tahun 1997/1998.
Wassalam,
Iqbal

Teguh said...
Assalamu'alaikum wr wb
Saya mendengar tentang Dinar ini pada acara Astro Oasis tadi malam (8 Mei 08), dan dari uraian ustad Antonio dan Bp. M. Iqbal sendiri, saya sependapat bahwa sudah saatnya umat Islam mulai menggunakan dan menyebar luaskan tentang pemakaian Dinar dalam transaksi bisnis, dll.
Masalahnya, keberadaan uang Dinar ini masih terbatas, dan nilai satuan nominalnya masih besar. Bagaimana tanggapan Bp. Iqbal tentang hal tersebut?
PS: untuk wilayah Bogor, apakah sudah ada perwakilan Gerai Dinar?
Wassalam,
Teguh-Bogor
M. Iqbal said...
Betul pak...sebanyak mungkin umat mulai sadar masayalah keadilan uang ini, akan mempercepat proses penyebaran Dinar ke perbagai aplikasi busniess.
Sekarang perusahaan telekomunikasi sedang berlomba memperkenalkan M-Wallet, yaitu pembayaran dengan handphone - sekarang backupnya masih rupiah tentu saja...
nah kalau M-Wallet semacam ini dipakai dengan nilai mata uang Dinar, tentu nggak ada masalh dengan satuan. karena orang bisa saja makan di restoran padang dengan membayar 0.01 Dinar melalui debit M. Wallet.
Jadi satuan tidak menjadi maslah asal kita serius memperjuangkannya.
Di Bogor belum ada agen kita Pak; kalau ada yang serius berminat bisa bicara dengan kita.
Wassalam,
iqbal

Pemy S said...
assalamu'alaikum
saya mau bertanya, boleh tidak beli dinar nya hanya 1 dinar saja, atau harus banyak? terima kasih
M. Iqbal said...
satu Dinar nggak masalah...bahkan kalau pasa ada stock 1/2 atau 1/4 Dinar juga nggak masalah...namun pada umumnya yang tersedia satuan minimumnya 1 Dinar...
Wassalam

gea said...
Assalamualaikum
Pak saya tertarik untuk membeli dinar islam yang saya mau tanyakan minimum pembeliannya berapa ya pak terus saya kebetulan tinggal di bandung kira-kira disana sudah ada perwakilan gerai dinar belum pak.terima kasih.
wassalam
M. Iqbal said...
Minimum pembelian nggak ada Gea, 1 dinar juga boleh.
Hanya maaf kita belum puny cabang di Bandung. kalau mau dapat kita kirimkan via FEDEX/RPX.
Silahkan isi Form Order kalau tertaraik.
wassalam

Arief-AP said...
Assalamualaikum
apakah bisa saya dapatkan secara rinci mengenai dinar ataupun dirham yang tidak hanya disimpan tapi juga produktif. apakah hanya dinar yang dapat diinvetasikan, bagaimana dengan dirham? jika ingin mengambil hasil dari investasi bagaimana caranya? dan dimana saya bisa mendapatkan dinar dan dirham ini (saya berada di cilegon).
jazakallah

rizaldi.sardani@gmail.com said...
assalamu'alaikum
Yth Pak Iqbal
saya tinggal di Padang, bagaimana caranya saya bisa membeli dinar?
apakah ada minimal pembeliannya Pak?
berapa harga satuannya?
terima kasih
M. Iqbal said...
Di Padang kita belum ada cabang Pak; kalau bapak dan kawan-kawan di Padang mau merintis cabang akan kita dukung sepenuhnya.
Wassalam,
Iqbal

liendza said...
pak, mau nanya, apa hubungannya geraidinar.com dengan usahadinar.com? apa usaha dinar ini semacam marketingnya geraidinar? saya liat di geraidinar tidak ada petunjuk pembelian secara online (cmiiw). saya pengen beli 1 dinar setiap bulan tiap abis gajian, tapi gmn caranya ya? geraidinar cuma buka di hari kerja, sementara saya kerja di jakarta. ke depon jadi jauh kalo harus bolak balik menggunakan jam istirahat.
M. Iqbal said...
GeraiDinar.com dan UsahaDinar.Com memang unit usaha terpisah tetapi kami ada kerjasama .
kalau ibu lebih deket ke UsahaDinar.com yang di Jakarta Pusat - Gedung Indosat silahkan be;li dari mereka.
Wassalam,
iqbal

liendza said...
ternyata sama aja jauhnya :(
kalo di gerai dinar, kalo mau beli 1 aja, bisa dianter ga pak? posisi saya di pancoran jakarta selatan. kena biaya berapa? kalo masih di daerah depok, kena biaya juga ga?
terimakasih.

dushanto said...
Assalamu'Alaikum Pak Iqbal,
Saya terus terang tertarik dengan qirad dinar yang bapak jalani, tetapi saya ingin sekali bertanya bagaimana legal status dari Gerai Dinar ini apakah sebagai financial institution atau bagaimana dan apakah certified oleh departemen keuangan RI atau bagaimana?
Terimakasih atas bantuannya
M. Iqbal said...
GeraiDinar ini usahanya jual beli emas berupa koin Dinar - dalam hukum Indonesia diperlakukan sebagai emas/ belum sebagai uang.
Jadi Ijinnya Toko Emas dengan SIUP dari Perdagangan bukan Dep. Keuangan.

m said...
assalamu alaikum
Kenapa menggunakan dinar? Kenapa tidak emas batangan 24 karat saja? Apakah ada faktor teknisnya juga?
M. Iqbal said...
Kesepakatan ulama Koin Dinar adalah 22 karat atau 91.7%; inijugyang dipakai hampir seluruh koin emas Dunia.

efriliawan said...
Assalamualaikum pak iqbal,
kalau untuk di jogja adakah agen dari gerai-dinar.com ? contact personnya dengan siapa ya dan alamatnya dmn? kalaupun belum ada kr-kr menurt bapak kalo pengin ikut investasi dalam pemodalan tetapi meminjam uangnya dulu dari Bank karena dana yang terbatas bagaimana (khususnya untuk di jogja) ?
Wassalamualaikum Wr Wb

Abu Salwa said...
Bismillah,
Saya ingin (berminat) memesan dinar seperti yang Bapak paparkan pada geraidinar.com. Bagaimana cara saya memesan dan atau membeli untuk daerah Yogyakarta (apakah ada perwakilan/agennya?). Kalaupun tidak memungkinkan bagaimana cara saya memesan via internet, cara pembayarannya, dan acuan harga yang akan saya bayarkan (sebagai misal saya ingin membeli 2 keping dinar). apakah harga yang tercantum di situs geraidinar.com sudah harga bersihnya (minus ongkos kirim)? atau masih ada tambahan harga lainnya.
Jazakumullahu khair
M. Iqbal said...
Bapak cukup kirim email ke amial yang ada di web ini atau kirim sms ke nomor telpon yang di header web ini; nanti kita panu dari sana kalau kurang jelas.
Harga yang berlaku adalah HARGA JUAL yang sedang ditampilkan di www.geraidinar.com.
Harga belum termasuk ongkos kirim.
Nomor rekening kami sampaikan lewat sms atau email ke Bapak.
Wassalam

rizki said...
assalamu'alaikum wr wb.
saya mira, begini pak, jika kita invest dalam bentuk dinar ini, apabila kita butuh dana cash untuk keperluan mendadak, semisal sakit ato lainnya, bagaimana cara pencairan ke rupiahnya pak?
jazakallah
wassalamu'alaikum wr wb

arief said...
Assalamualaikum pak Iqbal.
Saya sangat terkesan dan ingin tahu lebih banyakk tentang dinar. Untuk lebih jauhnya, saya juga ingin berinvestasi dengan dinar. yang sekarang jadi pikiran saya adalah tentang selisih harga jual dan harga beli yang tercantum dalam situs pak Iqbal ini. Saya lihat, selisih nilai jual dan beli dinar berkisar sekitar 40-50 ribu. Hal ini membuat saya berpikir; jika nanti saya membeli dinar kira-kira sebanyak 80 dinar yang menurut perhitungan saya sekitar 94-95 jutaan, berarti "sebenarnya" uang kertas saya telah berkurang menjadi kira-kira 91 jutaan. Ini berarti makin banyak saya membeli maka makin banyak pula saya "kehilangan".
Apa ilustrasi yang saya buat ini benar, atau malah saya telah salah bertanya karena saya salah mengerti tentang konsep investasi ini?
Atas perhatian Pak Iqbal saya mengucapkan banyak terima kasih. Terucap doa saya semoga sistem ekonomi Islam dapat tegak dan menyelamatkan dunia dari keterpurukan.
Wassalam.

No comments:

Post a Comment